Nasi Gandul adalah masakan khas yang berasal dari daerah Pati, Jawa Tengah. Asal-usul penamaannya memiliki beberapa versi, yang paling populer terkait dengan cara penjualannya di masa lampau:
Karena Dagangan yang Digantung di Pikulan:
Dahulu, pedagang Nasi Gandul menjajakan dagangannya secara berkeliling menggunakan pikulan.
Satu sisi pikulan berisi kuali besar (tempat kuah), dan sisi lainnya berisi bakul nasi serta peralatan makan.
Saat dibawa berjalan, beban di kedua sisi pikulan itu tampak menggantung atau dalam bahasa Jawa disebut "gandul" atau "gondal-gandul" (tergantung/terayun-ayun). Dari sinilah pembeli kemudian menyebutnya Nasi Gandul.
Karena Nasi yang Terlihat Menggantung:
Versi lain mengatakan bahwa nama "gandul" terinspirasi dari cara penyajiannya yang unik.
Nasi disajikan di atas piring yang dialasi daun pisang, kemudian diguyur dengan kuah yang cukup banyak.
Nasi yang bercampur dengan kuah tersebut kemudian terlihat seperti menggantung (nggandul).
Karena Penjualnya Berkepala Gundul:
Ada juga versi yang menyebutkan bahwa penjual Nasi Gandul pada masa itu ada yang berkepala gundul, dan saat memikul dagangannya, kepala mereka terlihat gondal-gandul, sehingga makanan itu disebut Nasi Gandul.
Asal Daerah dan Sejarah Awal:
Nasi Gandul konon berasal dari Desa Gajahmati, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, sehingga sering disebut Nasi Gandul Gajah Mati.
Diperkirakan kuliner ini sudah ada sejak tahun 1950-an. Salah satu warung legendaris, Nasi Gandul Pak Meled, menurut cerita turun-temurun sudah dijalankan oleh orang tuanya sejak tahun 1955.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar